Kenapa Sobat Tidak Memerlukan Antivirus di Linux?

By | February 10, 2020
Kenapa Sobat Tidak Memerlukan Antivirus di Linux?

Sama seperti Windows, ada program antivirus yang bisa digunakan di Linux. Tetapi, jika sobat baru saja pindah ke Linux dan mulai mencari sebuah antivirus, sobat tidak perlu melalukan hal tersebut sama sekali, karena sobat sebenarnya tidak perlu antivirus di Linux sobat.

Tentu saja, ada beberapa situasi yang membuat masuk akal untuk menjalankan antivirus di Linux, tetapi menjadi pengguna biasa bukanlah salah satunya.

Sobat hanya akan perlu menggunakan antivirus ketika sobat menjadikan Linux sobat sebagai server. Ketika menjadi server, sobat akan perlu untuk melakukan scan terhadap file apa saja yang orang lain upload ke server sobat. Dengan begitu kalau ada malware untuk Windows, maka malware tersebut tidak akan menjangkiti komputer Windows lainnya.

Hanya Sedikit Virus yang Menyerang Linux

Alasan utama kenapa sobat tidak memerlukan sebuah antivirus adalah karena sedikit sekali malware yang menyerang Linux.

Malware sangat sering ditemukan di Windows. Contohnya seperti iklan yang menawarkan program malware, website berbagi file yang penuh dengan program yang sudah disisipi malware, dan orang jahat yang menyerang celah keamanan untuk menginstall malware di Windows tanpa sepengetahuan sobat.

Hal itulah yang membuat antivirus itu sangat penting untuk meningkatkan keamanan di Windows.

Namun di Linux, sobat akan jarang sekali atau bahkan hampir tidak akan pernah menemukan virus yang memiliki cara kerja yang serupa dengan malware di Windows.

Apapun alasannya, yang jelas malware untuk Linux tidak beredar seluas malware untuk Windows di internet. Itulah yang membuat antivirus sebenarnya tidak diperlukan sama sekali untuk pengguna Linux rumahan.

Kenapa Linux Jauh Lebih Aman Dibanding Windows?

Ada beberapa alasan yang membuat Windows itu dipenuhi dengan malware sedangkan di Linux tidak.

1. Di Linux ada Package Managers dan Software Repositories

Linux Ubuntu punya Ubuntu Software Center untuk mencari dan menginstall aplikasi di Ubuntu.

Ketika sobat ingin menginstall sebuah aplikasi di Windows, maka sobat perlu untuk pergi ke Google dan mencari link download untuk program tersebut.

Tetapi hal itu berbeda di Linux. Di Linux sobat cukup membuka Package Manager yang disediakan oleh distro Linux sobat, mencari aplikasi yang sobat inginkan, dan menginstallnya langsung dari sana.

Cara kerja ini mirip seperti Android dengan Google Play Store, di mana sebuah aplikasi yang sobat temukan di Package Manager sudah dipastikan aman oleh distro Linux sobat. Hal inilah yang membuat para pengguna Linux akan jarang sekali untuk mendownload dan menginstall aplikasi di luar Package Manager.

2. Fitur keamanan yang ada di Linux

Microsoft sudah melakukan banyak hal untuk memperbaiki masalah keamanan yang ada di Windows. Hingga User Account Control diperkenalkan dengan Windows Vista, banyak pengguna Windows yang pasti menggunakan akun admin di komputer mereka. Hal ini membuat Windows saat itu menjadi sangat rentan sekali diserang malware.

Sedangkan di Linux, pengguna biasanya menggunakan akun yang tidak memiliki hak akses admin dan hanya menggunakan akun admin ketika diperlukan. Selain itu Linux juga memiliki fitur keamanan seperti, AppArmor dan SELinux.

3. Pengguna Linux yang jauh lebih sedikit dibanding Windows

Sudah bukan rahasia lagi kalau rata-rata orang lebih banyak menggunakan Windows dibandingkan dengan sistem operasi lain.

Berdasarkan situs gs.statcounter.com, persentase pengguna Windows diseluruh dunia adalah sebesar 35%, sedangkan untuk Linux hanya 0.88%. Jadi sudah jelaskan siapa yang bakal menjadi target utama untuk para penjahat?

Cara Menjaga Linux Agar Tetap Aman

Meski sobat tidak memerlukan antivirus di Linux, ada beberapa hal yang harus tetap sobat lakukan untuk menjaga keamanan dari apapun sistem operasi yang sobat gunakan.

1. Selalu update sistem operasi dan program-program yang sobat gunakan

Di zaman ketika browser dan plug-in mereka, khususnya Java dan Flash, menjadi target utama, terus mengupdate aplikasi hingga yang paling baru itu sangatlah penting.

Mac OS X pernah mendapatkan masalah malware yang terbesar yang diakibatkan oleh plug-in Java. Dengan aplikasi seperti Java yang mendukung banyak sekali sistem operasi, celah keamanan yang sama juga dapat bekerja di Windows, Mac, dan bahkan Linux.

Di Ubuntu sendiri, terdapat sebuah perintah di Terminal yang bisa sobat gunakan untuk mengecek dan mengupdate semua aplikasi yang terinstall di sana. Perintah itu adalah:

sudo apt-get update

Salain perintah di Terminal, Ubuntu sendiri punya aplikasi Update Manager yang dapat membantu sobat yang mungkin masih kurang familiar dengan Linux untuk mengupdate semua aplikasi yang terpasang di Ubuntu sobat.

Sobat bisa memanfaatkan Update Manager di Linux Ubuntu untuk mengupdate semua aplikasi yang terpasang di komputer Ubuntu sobat.

Dan kalau sobat mau mengupdate sistem operasi Ubuntu sobat, tinggal menggunakan perintah ini di Terminal:

sudo apt-get upgrade

2. Berhati-hati dengan ancaman phishing

Phishing sendiri adalah sebuah kejahatan yang menipu korbannya dengan menciptakan sebuah website yang mirip dengan website aslinya.

Maka dari itu kejahatan phishing ini tidak mengenal sistem operasi apa yang sobat gunakan. Asalkan sobat bisa mengakses internet, sistem operasi apapun yang sobat gunakan, sobat juga berpotensi menjadi korban kejahatan ini.

Untungnya, browser seperti Firefox dan Chrome sudah memiliki fitur anti-phishing yang akan menyaring website mana yang palsu dan mana yang asli.

Tetapi tentu saja sobat harus selalu berhati-hati karena fitur penyaring ini tidaklah sempurna.

3. Jangan menjalankan perintah yang tidak sobat percaya di Terminal Linux

Terminal alias Command Prompt untuk Linux sangatlah kuat. Itulah kenapa sebelum sobat menyalin perintah apapun yang sobat temukan di internet ke Terminal, pastikan dulu apakah sumber dari perintah yang sobat dapatkan itu dapat dipercaya atau tidak.

Kapan Sobat Memerlukan Sebuah Antivirus di Linux?

Di kondisi tertentu, antivirus masih memiliki gunanya di Linux.

Jika sobat menjalankan server berbasis Linux, sobat saya sarankan untuk menggunakan antivirus di Linux. Jika tidak, komputer dengan sistem operasi Windows yang terinfeksi malware bisa jadi akan mengupload file malware tersebut ke mesin Linux sobat, yang berpotensi untuk menginfeksi komputer dengan sistem operasi Windows lainnya.

Antivirus yang terpasang akan melakukan scan terhadap malware dari Windows dan menghapusnya. Jadi antivirus ini sendiri bukan berperan dalam melindungi Linux sobat tetapi melindungi pengguna Windows yang mengakses server sobat.


“No System Is Safe.” Kalimat ini mungkin tidak asing untuk sobat yang pernah menonton film “Who Am I” yang dirilis tahun 2014 dulu.

Tetapi memang begitu kenyataannya. Linux tidaklah sempurna, tidak ada yang sempurna, celah keamanan pasti akan selalu ada di semua sistem di dunia. Tetapi asalkan sobat mengikuti saran saya di atas, maka sobat tidak akan memerlukan antivirus sama sekali di Linux sobat.


Sekian artikel saya sampai di sini, saya harap artikel saya dapat bermanfaat untuk sobat sekalian. Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Author: Shidosan

Sole owner and writer of shidoblog.com. By the way, a webnovel titled Second Coming of Gluttony is really good, you guys should read it as well.

One thought on “Kenapa Sobat Tidak Memerlukan Antivirus di Linux?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *