Cara Migrasi dari Yoast SEO ke The SEO Framework

By | January 26, 2020
Cara Migrasi dari Yoast SEO ke The SEO Framework

Banyak yang bilang Yoast SEO adalah salah satu plugin wajib untuk diinstall di blog sobat. Bahkan teman saya dulu pernah berkata kalau salah satu penyebab WordPress terkenal adalah dikarenakan kekuatan dari Yoast SEO ini.

Tetapi akhir-akhir ini, Yoast SEO mulai membuat jengkel para penggunanya dengan menanamkan iklan ke backend atau wp-admin para penggunanya.

Hal ini semakin menjadi-jadi setelah tidak lama ini, mereka menanamkan iklan dalam bentuk video. Yang akhirnya hal ini membuat muak para penggunanya dan membuat mulainya tren migrasi dari Yoast SEO.

Para pengguna mulai mencari alternatif terbaik untuk menggantikan plugin ini. Dan salah satu yang banyak diperbincangkan adalah The SEO Framework.

Teman saya sendiri juga sudah migrasi duluan dari Yoast SEO ke the SEO Framework ini. Dan akhirnya baru tidak lama ini saya juga akhirnya memutuskan untuk migrasi dan prosesnya berjalan cukup lancar.

Pada artikel kali ini, saya akan membahas berdasarkan pengalaman saya terhadap beberapa hal, antara lain:

  • Cara migrasi dari Yoast SEO ke The SEO Framework.
  • Cara saya mengatasi masalah yang saya temui setelah migrasi.
  • Pengaturan apa saja yang saya terapkan di The SEO Framework.

Migrasi dari Yoast SEO ke The SEO Framework

Simak langkahnya berikut ini.

Langkah 1: Pertama sobat lakukan backup database blog sobat terlebih dahulu. Hal ini dilakukan supaya kalau dalam proses migrasi terdapat hal yang tidak diinginkan terjadi, maka sobat bisa menggunakan backup tersebut untuk mengembalikan blog sobat ke keadaan sebelum migrasi.

Untuk backup database sendiri, bisa sobat lakukan langsung lewat cpanel sobat. Atau sobat juga bisa menggunakan plugin seperti WP Migrate DB Pro atau plugin lainnya.

Langkah 2: Selanjutnya backup pengaturan sobat di Yoast SEO. Karena migrasi ini hanya akan memindahkan data artikel seperti meta title dan meta description. Pengaturan dari Yoast SEO tidak bisa dipindahkan langsung ke The SEO Framework. Maka dari itu sobat harus lakukan hal ini secara manual.

Untuk melakukan backup sendiri, sobat bisa mencatatnya ke Notepad, ataupun mengambil screenshot halaman pengaturan Yoast SEO sobat.

Catatan: Jangan lupa untuk mencatat juga kode verifikasi webmaster, kalau sobat meletakkan kode tersebut di Yoast SEO.

Langkah 3: Sobat install plugin SEO Data Transporter dan plugin The SEO Framework. Kita akan menggunakan bantuan dari SEO Data Transporter untuk melakukan migrasi.

Untuk melakukan ini sobat cukup arahkan kursor mouse sobat ke menu Plugins yang ada di bagian kiri wp-admin, kemudian tekan pada tulisan “Add New” di menu yang muncul. Kemudian sobat tinggal cari saja kedua plugin tersebut lalu menginstallnya.

Di wp-admin, arahkan kursor mouse ke menu Plugins di bagian kiri, kemudian tekan tulisan Add New di menu yang muncul.

Langkah 4: Saatnya kita mulai migrasinya. Untuk melakukan hal ini, sobat pertama-tama buka dulu SEO Data Transporter-nya. Di wp-admin, sobat arahkan kursor sobat ke menu Tools yang ada di bagian kiri wp-admin. Selanjutnya sobat tekan pada tulisan “Convert SEO Data” yang di menu yang muncul.

Di wp-admin, arahkan kursor ke menu Tools di bagian kiri, kemudian tekan tulisan Convert SEO Data di menu yang muncul.

Di halaman SEO Data Transporter, sobat kemudian pilih Yoast SEO di kotak yang berada di kanan tulisan “Convert inpost SEO data form”. Selanjutnya sobat pilih The SEO Framework di kotak yang berada di kanan tulisan “to.”

Di SEO Data Transporter ada dua kotak, di kotak kiri pilih Yoast SEO, di kotak kanan pilih The SEO Framework. Setelah itu tekan tombol Convert.

Setelah itu sobat tekan pada tombol “Convert”, dan proses migrasi akan dimulai.

Langkah 5: Jika proses migrasi sudah selesai, maka selanjutnya yang sobat lakukan adalah mematikan (deactivate) Yoast SEO sobat, dan menyalakan (activate) The SEO Framework.

Catatan: Sangat disarankan untuk sobat tidak menghapus plugin Yoast SEO-nya terlebih dahulu. Lakukan hanya ketika semua pengaturan sudah dirasa benar.

Langkah 6: Cek apakah proses migrasi berjalan dengan lancar atau tidak. Misalnya seperti cek apakah meta title dan meta description di artikel sobat sudah benar atau belum.

Di sini adalah bagian di mana saya menemukan masalah pertama saya, yaitu separator yang digunakan untuk memisahkan judul artikel dengan nama blog saya di meta title ternyata berbeda.

Langkah 7: Sobat sesuaikan pengaturan di The SEO Framework agar sama dengan pengaturan yang sobat gunakan di Yoast SEO.

Lihat ke bawah untuk mengetahui pengaturan apa saja yang saya lakukan. Siapa tahu hal ini bisa membantu sobat sekalian.

Langkah 8: Submit ulang sitemap sobat di Google Search Console. Alasannya karena Yoast SEO menggunakan sitemap yang berlokasi di

https://namadomainsobat.com/sitemap_index.xml

Sedangkan The SEO Framework menggunakan sitemap yang berlokasi di

https://namadomainsobat.com/sitemap.xml

Untuk melakukan ini sobat cukup pergi ke halaman Google Search Console sobat, kemudian masuk ke menu Sitemaps. Di sana sobat submit alamat sitemap yang baru, dan kemudian hapus alamat sitemap yang lama.

Langkah 9: Nah, jika semua sudah terasa benar, saatnya untuk menghapus Yoast SEO, dan juga SEO Data Transporter.

Cara Saya Mengatasi Masalah yang Ditemui Setelah Migrasi

Setelah proses migrasi saya telah selesai, saya ternyata menemukan ada dua masalah yang terjadi di tempat saya. Masalah-masalah tersebut antara lain:

1. Separator yang berbeda di meta title

Seperti yang saya tulis di atas, saya menemukan kalau separator yang digunakan oleh The SEO Framework ternyata berbeda dengan Yoast SEO.

Awalnya separator yang saya gunakan adalah

Judul artikel - Shido Blog

Tetapi setelah migrasi malah berubah menjadi

Judul artikel | Shido Blog

Akhirnya saya berhasil mengatasi masalah ini, dan inilah langkah yang saya lakukan.

Langkah 1: Saya buka halaman pengaturan untuk The SEO Framework. Pengaturan ini sendiri terletak di bagian kiri wp-admin, dan tombol yang bertuliskan “SEO” dan ada icon kaca pembesar di kiri tulisan tersebut.

Untuk membuka halaman pengaturan di The SEO Framework, di wp-admin pada bagian kiri tekan menu yang bernama SEO dengan icon kaca pembesar.

Langkah 2: Masuk ke halaman pengaturan, saya kemudian scroll ke bawah hingga sampai ke bagian yang bernama “Title Settings.” Di sana saya tekan pada tab kedua yang bernama “Additions.”

Kemudian scroll ke bawah hingga sampai ke bagian Title Settings, lalu tekan tab kedua yang bernama Additions.

Langkah 3: Di sana saya melihat daftar separator yang bisa digunakan. Saya tekan pada separator “-” yang biasa saya gunakan.

Kemudian pilih separator yang diinginkan.

Langkah 4: Selanjutnya saya scroll ke atas hingga menemukan tombol “Save Settings.” Saya tekan tombol tersebut untuk menyimpan pengaturan.

Setelah itu scroll kembali ke atas, lalu tekan tombol Save Settings untuk menyimpan pengaturan.

2. Meta title yang bermasalah di judul artikel yang panjang

Masalah kedua yang saya temukan adalah meta title yang bermasalah kalau judul artikelnya terlalu panjang melebihi batas tertentu.

Saya menemukan masalah ini ketika saya iseng mengunjungi artikel saya, dan ketika saya melihat meta title di tab browser saya, saya terheran kenapa bentuknya menjadi aneh sekali.

Contoh meta title yang bermasalah di artikel yang judulnya kepanjangan.

Akhirnya saya berhasil mengatasi masalah ini dengan metode yang mungkin membuat orang yang punya artikel sangat banyak menjadi geleng-geleng kepala. Yaitu dengan mengedit meta title pada semua artikel yang bermasalah.

Langkah 1: Saya buka halaman All Posts dengan cara mengarahkan kursor mouse saya ke menu Posts di bagian kiri wp-admin, lalu saya tekan pada “All Posts” di menu yang muncul. Setelah itu saya buka semua artikel yang saya curigai memiliki masalah di meta title.

Di wp-admin, arahkan kursor mouse ke menu Posts, lalu tekan pada All Posts di menu yang muncul.

Catatan: Untuk mempermudah sobat yang punya terlalu banyak artikel, saran saya untuk melihat pada kolom “SEO” di halaman All Posts. Lihat di kotak kiri atas, apakah warnanya hijau atau tidak. Kalau tidak bisa jadi meta title pada artikel itu bermasalah.

Di halaman All Posts di wp-admin, perhatikan kolom SEO, coba buka artikel yang di kotak kiri atasnya tidak berwarna hijau, bisa jadi artikel itu meta title-nya bermasalah.

Langkah 2: Jika ternyata artikel itu memang benar-benar bermasalah, maka saya kemudian tekan tombol “Edit Post” untuk mengedit artikel.

Jika artikel memang bermasalah di meta title, tekan tombol Edit Post untuk mengedit artikel.

Langkah 3: Kemudian saya salin judul artikel tersebut.

Kemudian salin judul artikel.

Langkah 4: Selanjutnya saya scroll ke bawah hingga menemukan bagian yang bernama “Post SEO Settings.” Dan saya paste judul artikelnya ke kotak yang ada di kanan “Meta Title.”

Lalu scroll ke bawah hingga sampai ke bagian Post SEO Settings, dan paste-kan judul artikelnya ke kotak yang ada di kanan tulisan Meta Title.

Langkah 5: Lalu saya tekan tombol “Update” yang ada di pojok kanan atas.

Kemudian tekan tombol Update yang ada di pojok kanan atas halaman untuk menyimpan artikel.

Pengaturan Untuk The SEO Framework

Berikut adalah beberapa pengaturan di The SEO Framework yang saya ubah, untuk bagian lain yang tidak saya sebutkan itu berarti default.

1. General Settings

pengaturan di General Settings.

Di sini saya memberi centangan di “Display the SEO bar in the SEO Settings metabox” dan “Use symbols as warnings.”

2. Title Settings

Saya hanya mengubah separator yang bisa ditemukan pada bagian ini untuk mengatasi masalah separator yang berbeda setelah migrasi.

3. Robots Meta Settings

Pengaturan di Robots Meta Settings.

Tepatnya di tab Indexing di bagian Robots Meta Settings, saya beri centang untuk memberi status noindex ke semuanya kecuali untuk category.

Sebenarnya ini sendiri disarankan dari pihak The SEO Framework-nya sendiri karena selain category, yang lainnya biasanya tidak memiliki terlalu banyak isi. Takutnya nantinya akan menjadi masalah, makanya lebih baik di noindex-kan saja.

4. Webmaster Meta Settings

Pengaturan di Webmaster Meta Settings.

Ingat kode verifikasi webmaster yang saya suruh catat sebelumnya? Nah sobat salin kode tersebut di bagian ini. Saya sendiri punya kode verifikasi webmaster untuk Google dan Bing, jadi saya isi kedua tempat tersebut.


Sekian artikel saya sampai di sini, saya harap artikel saya dapat bermanfaat untuk sobat sekalian. Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *