Cara Menginstall Driver untuk Hardware di Linux

By | February 4, 2020
Cara Menginstall Driver untuk Hardware di Linux

Biasanya untuk sebuah hardware dapat bekerja dengan baik di Windows, sebuah driver perlu diinstall terlebih dahulu. Hal itu juga sama dengan sistem operasi lain, seperti Linux. Tetapi dalam mengurus driver untuk hardware ini berbeda di Linux.

Sobat akan mendapatkan beberapa kasus ketika menggunakan Linux, bisa jadi hardware sobat akan langsung bekerja tanpa perlu diatur lagi, bisa jadi sobat perlu menginstall driver, atau bisa jadi hardware tersebut tidak akan bekerja sama sekali di Linux.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas tentang cara menginstall driver untuk hardware di Linux.

Cara Kerja Driver untuk Hardware di Windows

Awalnya di zaman Windows 7, kita sebagai pengguna harus mencari driver untuk hardware sendiri lalu menginstallnya agar hardware tersebut bisa bekerja.

Saya dulu masih ingat ketika saya mencoba Windows 7. Saya coba mencari driver-driver yang diperlukan di website driver untuk acer, tetapi sayangnya di sana mereka hanya menyediakan driver untuk Windows 8 dan Windows 10 saja.

Hal itu membuat saya harus luntang-lantang mencari-cari driver yang saya perlukan. Dan yang paling susah saat itu adalah untuk menemukan driver Wi-Fi agar saya bisa menggunakan Wi-Fi saya kembali.

Di Windows 10 sendiri, pas awal mereka rilis sama aja seperti Windows 7. Para pengguna harus mencari sendiri driver hardware mereka lalu menginstallnya secara manual.

Tetapi seiring berjalannya waktu hal itu tidak diperlukan lagi. Ketika saya migrasi kembali ke Windows 10, driver Wi-Fi sudah terinstall dari awal, membuat Wi-Fi saya otomatis bekerja.

Selain itu, Windows 10 juga secara otomatis mengecek hardware apa saja yang terpasang lalu menyediakan driver untuk hardware tersebut lewat Windows Update.

Windows sekarang akan membantu penggunanya dalam mencari dan menginstall driver untuk semua hardware yang terpasang.

Tentu semua driver tersebut bukan dibuat oleh Microsoft. Mereka mengumpulkan driver dari para pengembang hardware, mengecek driver tersebut, lalu menyediakannya untuk sobat sesuai dengan hardware yang terdeteksi.

Cara Kerja Driver untuk Hardware di Linux

Linux sendiri berbeda dari Windows. Karena kebanyakan driver untuk hardware di komputer sobat itu sebenarnya bersifat open-source, maka driver tersebut langsung dimasukkan ke Linux itu sendiri.

Biasanya driver tersebut dibuat oleh orang yang ingin membuat hardware tertentu dapat bekerja di Linux. Tetapi ada juga pembuat hardware yang membuat driver mereka menjadi open-source, yang akhirnya dimasukkan langsung ke Linux.

Dengan kata lain, kebanyakan hardware akan langsung dapat digunakan di Linux. Sobat tidak perlu lagi repot-repot mencari driver untuk hardware yang bisa diinstall di Linux.

Di Linux, biasa driver sudah langsung tersedia dari Linux-nya sendiri. Jadi biasa hardware akan langsung bekerja tanpa perlu melakukan apa-apa.

Linux yang sobat install akan langsung secara otomatis mendeteksi hardware apa yang sobat gunakan dan menggunakan driver yang cocok dengan hardware tersebut.

Cara Menginstall Proprietary Driver di Linux

Ada beberapa hardware yang memiliki dua buah driver yaitu open-source dan closed-source. Driver yang bersifat closed-sourced inilah yang dinamakan sebagai proprietary driver.

Proprietary driver ini adalah driver yang pasti dikembangkan dari para pembuat hardware. Driver yang ditulis dan diatur oleh para pembuat hardware itu sendiri.

Biasanya sobat akan bisa menemukan proprietary driver ini di hardware seperti kartu grafis, seperti kartu grafis dari NVIDIA dan juga AMD. Selain itu ada juga beberapa hardware Wi-Fi yang memiliki proprietary driver.

Proprietary driver ini akan menghasilkan performa yang jauh lebih baik di hardware itu dibandingkan dengan driver open-source. Secara proprietary driver langsung dikembangkan oleh pembuat hardware itu sendiri, jadi hal ini wajar-wajar saja.

Menginstall proprietary driver ini sendiri berbeda-beda tergantung dari distro Linux yang sobat gunakan.

  • Sobat bisa download driver itu langsung dari website pembuat hardware lalu menginstallnya.
  • Sobat yang menggunakan Ubuntu, ada sebuah software yang bernama “Additional Drivers.”
  • Yang menggunakan Linux Mint, ada software yang bernama “Driver Manager.”

Simak langkah berikut ini kalau sobat ingin menginstall proprietary driver di Linux Ubuntu.

Langkah 1: Sobat tekan tombol Start di keyboard sobat.

Langkah 2: Kemudian sobat ketik “Drivers” di kotak pencarian. Selanjutnya sobat tekan pada “Software & Updates” yang muncul sebagai hasil pencarian.

Langkah 3: Setelah jendela Software and Updates terbuka, sobat kemudian tekan pada tab yang bernama “Additional Drivers.” Di sana sobat akan bisa melihat proprietary driver yang tersedia untuk perangkat tertentu.

Langkah 4: Seperti gambar di bawah, ada sebuah driver untuk hardware Wi-Fi yang tersedia. Sobat pilih pada opsi “Using [nama driver] …” Lalu selanjutnya tekan pada tombol “Apply Changes.”

Di jendela Software & Updates, di tab Additional Drivers, sobat pilih proprietary driver yang sobat ingin install, kemudian tekan tombol Apply Changes.

Catatan: Kalau sobat memutuskan untuk menggunakan driver open-source dibanding yang proprietary driver, sobat cukup tekan pada opsi “Do not use the device.”

Langkah 5: Proses instalasi akan berjalan hingga selesai. Ketika selesai sobat akan mendapatkan opsi untuk melakukan restart. Pilih opsi tersebut untuk merestart sistem sobat dan menyelesaikan instalasi driver.

Cara Menginstall Driver untuk Printer

Sobat mungkin akan perlu untuk menginstall driver untuk printer sobat agar bisa menggunakannya. Ada beberapa cara yang bisa sobat lakukan untuk menginstall driver untuk printer ini, antara lain:

  1. Sobat menggunakan alat konfigurasi printer untuk melakukan konfigurasi untuk CUPS (Common Unix Printing System).
    Di sana sobat akan bisa memilih driver yang tepat untuk printer sobat dari database yang ada. Biasanya yang perlu sobat lakukan adalah mencari merk printer sobat, kemudian nama model dari printer tersebut.
  2. Sobat bisa mencari driver untuk printer sobat di website pembuat printer tersebut.
    Saya sendiri tadi sempat iseng mencari driver untuk printer Canon IP2770 saya. Dan hasilnya ternyata driver untuk Linux itu ternyata ada. Jadi sobat siapa tau juga akan menemukan driver untuk printer sobat juga.

Printer sendiri merupakan salah satu hal yang membuat saya tidak jadi pindah ke Linux dulu. Ketika saya dulu mencoba mencari driver untuk Canon IP2770 tetapi tidak ketemu, dan malah menemukan langkah yang sangat panjang.

Jika sobat menggunakan Linux atau berencana menggunakan Linux di kemudian hari dan lagi mencari sebuah printer baru, saya sarankan untuk mencari printer yang driver-nya mendukung sistem operasi selain Windows.

Bagaimana Kalau ada Driver yang Tidak Mau Bekerja?

Biasanya, jika sebuah hardware tidak langsung bekerja, dan masih tetap tidak bekerja setelah proprietary driver terinstall, maka hardware tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa bekerja sama sekali.

Jika sobat menggunakan distro Linux lama, ada baiknya upgrade ke versi yang lebih baru, karena sobat akan mendapatkan dukungan hardware terbaru dan hal-hal lain yang dikembangkan di versi terbaru itu.

Tetapi jika memang ada hardware yang masih tetap tidak bekerja setelah sobat sudah melakukan hal-hal di atas, itu berarti hanya dengan menginstall driver untuk hardware tersebut tidak akan membuat hardware tersebut akan bisa digunakan.

Untuk mengatasi hal ini, sobat bisa mencari arahan orang lain yang bisa ditemukan di internet. Jika beruntung sobat akan diarahkan hingga sobat menemukan driver yang bisa digunakan untuk hardware tersebut dan menginstallnya. Biasa sih cara ini akan perlu menggunakan terminal.

Menginstall driver secara manual dengan menggunakan driver yang ditemukan di internet.

Proprietary driver yang tua bisa jadi tidak akan bekerja di distro Linux modern yang menggunakan software yang juga modern, jadi tidak ada garansi kalau driver yang tua tersebut akan bisa membuat hardware tersebut bekerja dengan benar. Tetapi sobat bisa mencobanya jika memang hardware tersebut itu sangat penting untuk sobat gunakan.


Sekian artikel saya sampai di sini, saya harap artikel saya dapat bermanfaat untuk sobat sekalian. Sampai jumpa di artikel saya berikutnya.

Author: Shidosan

Sole owner and writer of shidoblog.com. By the way, a webnovel titled Second Coming of Gluttony is really good, you guys should read it as well.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *